Sunday, October 27, 2013

Ayahku~

Sebalik tubuhnya yang menyepi,
Rasa begitu asing bagiku
Kurenungnya sambil dia berjalan
Terus bergenang airmataku
Lantasku menangis sayu
Kubencikan diriku kerna hingga kini ku tak pernah tahu

Kerna didepanku dia berlagak tenang dan cuma tersenyum
Kerna dia sering berpura tabah didepanku
Tak pernah pun terfikir olehku
Kukira ku takkan pernah tahu
Ku tak sedar akan kesepian di sebalik tubuhnya

Kala itu aku terlalu muda dan tak tahu
Tak pernah kudekatimu sedangkan kau lebih sunyi berbanding sesiapapun
Kini ku tahu dan moga tak terlewat bagiku
Buat selamanya kau ku sayangi
Ayahku~

Setelah kurenunginya begitu buat sekian lama
Lantas ku berlari padanya dan terus memeluknya
Ku ingin menangis semahunya
Ingin menangis dalam dakapannya itu
Kerna begitu sayunya rasa syukurku terhadapmu

Kala itu aku terlalu muda dan tak tahu
Tak pernah kudekatimu sedangkan kau lebih sunyi berbanding sesiapapun
Kini ku tahu dan moga tak terlewat bagiku
Buat selamanya kau ku sayangi
Ayahku~

Kau berpura lega dan pulih sepenuhnya dengan sekali keluh
Terlihat olehku airmatamu yang tak tergugur
Tidak kau tangisi hati yang penuh luka dan peritnya parut
Mengapa ku asyik menyalahkanmu sedangkan semua itu dilakukan olehku?

Dan apabila matamu memperlihatkan keletihanmu
Namun kau sembunyikannya bagaikan pendusta
Kini akan kudakap kamu, malah kau boleh saja bersandar padaku
Dan apabila matamu memperlihatkan keletihanmu
Namun kau sembunyikannya bagaikan pendusta
Buat selamanya kaulah syurga tertinggi bagiku

Tangan yang kian kasar
Mata yang makin kedut
Bahkan sebalik tubuhnya yang menyepi
Begitu asing bagiku

Mungkin kerna itu aku begitu
Mungkin kerna itu kau kuluka
Bahkan bayangan disebalik tubuhnya bak beban yang ditinggalkan olehku
Meski buatmu tiada apa yang dilakukan
Meski buatmu satu apa pun tidak kuberi

Kata yang begitu inginku lafazkan
Buat selamanya kau kusayangi
Ayahku~


No comments:

Post a Comment